••• Selamat datang di website resmi Pomdam Mulawarman ••• http://pom.kodam-mulawarman.mil.id •••

Indobatt Bebaskan “Tawanan” di Lebanon

Print
Category: Info Sekitar
Published on Wednesday, 21 December 2011 Written by Siaga Pomdam VI/Mulawarman

Pasukan Garuda Indonesia yang tergabung dalam Indobatt menjalankan tugas perdamaian PBB di Lebanon. Untuk mempertahankan kemampuan maksimal, simulasasi pembebasan tawanan digelar.

Riauterkini-LEBANON-Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-F/UNIFIL (Indobatt) melalui satuan kecilnya berhasil membebaskan personel pos jaga Indobatt yang ditawan oleh sekelompok massa yang tidak dikenal di sekitar area operasi Indobatt, beberapa diantaranya membawa senjata laras panjang dan pistol, yang sebelumnya membuat kerusuhan dan berlanjut pada penyerangan dan penculikan terhadap personel Satgas Yon Mekanis Konga XXIII-F/UNIFIL yang sedang berjaga di Pos XC-3 (Pos Jaga Kompi D Indobatt), Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan, Sabtu (17/12). Kejadian tersebut merupakan skenario latihan BMR (Battalion Mobile Reserve) yang dilaksanakan oleh personel Satgas Yon Mekanis Konga XXIII-F/UNIFILguna mengantisipasi adanya gangguan kelompok bersenjata yang dapat membahayakan keselamatan personel Satgas.

Skenario latihan diawali dari memuncaknya eskalasi kekacauan yang terjadi di daerah operasi Indobatt Lebanon, melihat situasi yang demikian, salah satu personel jaga melaporkan kepada Danki D MekanisIndobatt. Dengan segera Danki D mengerahkan QRT (Quick Reaction Team) ke lokasi untuk membantu perkuatan. Setelah berada di tempat kejadian QRT Kompi D tidak mampu mengatasi kerusuhan yang berlanjut penyerangan, bahkan eskalasi semakin meningkat dan dua personel pos jaga diantaranya ditawan massa. Dantim QRT melaporkan peristiwa ini kepada Duty Officer (Perwira Piket MarkasIndobatt). Selanjutnya Duty Officer menindaklanjuti dengan melaporkannya kepada Dansatgas dan Kasiops Satgas. Dansatgas memberikan wewenang kepada Kasiops Satgas untuk segera mengatasinya sampai tuntas.

Kasiops Satgas segera memerintahkan kepada seluruh personel yang berada di Coumpond 7-1 (MarkasIndobatt) untuk bersiaga, sedangkan personel yang berada di lokasi kejadian agar tetap bertahan dan siap menghadapi situasi buruk serta tetap melaksanakan negosiasi dengan pimpinan massa. BMR (Battalion Mobile Reserve) yang dilengkapi dengan perlengkapan CRC (Crowded Riot Control) disiapkan dan bergerak menuju Hot Spot (tempat kejadian) untuk membantu perkuatan dengan menggunakan kendaraan Panhard dan Anoa.

Setibanya di Hot Spot, BMR segera memberikan bantuan dan berusaha membebaskan dua personel pos jaga yang ditawan. Akhirnya BMR berhasil menggagalkan perlawanan massa,sehingga mereka mundur dan melarikan diri. Personel yang ditawan bisa dibebaskan, tetapi satu diantaranya mengalami luka ringan dan satu lagi mengalami luka parah. Dantim BMR bersama dokter lapangan melaporkan situasi terakhir serta kondisi korban kepada Kasiops melalui Duty Officer. Selanjutnya Kasiops melaporkannya kepada Dansatgas untuk meminta permohonan dukungan Helly kepada Sector East dalam rangka bantuan evakuasi terhadap korban luka parah.

Menurut Kasiops Yonmek Kapten Inf Resa, latihan BMR ini akan dilaksanakan secara rutin satu bulan sekali, “seperti apa yang telah ditekankan oleh Dansatgas untuk melatih kesiapsiagaan seluruh personel Satgas dalam menyikapi kejadian yang tidak kita inginkan, latihan BMR ini akan di laksanakan secara rutin, satu bulan sekali,” jelasnya. Dalam mengendalikan latihan ini Kasiops di dampingi Pasi Intel Yonmek Kapten (Mar) Bedjo dan Pasiops Lettu Inf Budi Prakoso.

sumber : http://www.riauterkini.com/hukum.php?arr=42109